Tag Archives: Hotel Tips

Jangan Cuma Lihat Harga! 12 Hal yang Harus Dicek Sebelum Memilih Hotel untuk Liburan


Sudah menentukan:

destinasi.

Tiket sudah:

dibeli.

Tinggal satu hal:

hotel.

Buka aplikasi booking.

Masukkan tanggal.

Urutkan:

harga terendah.

Ketemu hotel yang kelihatannya bagus.

Foto kamar:

cantik.

Kasur:

besar.

Ada:

kolam renang.

Harga?

Masuk budget.

Langsung:

booking.

Kemudian sampai di sana dan baru sadar:

hotel ternyata jauh dari mana-mana.

Kamar tidak seperti yang:

dibayangkan.

Transportasi sulit.

Dan fasilitas yang terlihat bagus di foto ternyata tidak terlalu:

relevan.

Hotel murah akhirnya membuat biaya perjalanan justru lebih:

besar.

Karena itu memahami cara memilih hotel yang tepat bukan sekadar mencari kamar dengan harga paling rendah.

Hotel adalah bagian dari:

perjalanan.

Dan hotel yang tepat bisa membuat liburan jauh lebih:

nyaman.

1. Tentukan Area Sebelum Mencari Hotel

Kesalahan pertama adalah membuka daftar seluruh hotel di sebuah kota tanpa menentukan:

area.

Padahal lokasi seharusnya menjadi salah satu filter:

pertama.

Misalnya tujuan utama perjalanan adalah mengunjungi:

pusat kota.

Tetapi hotel yang dipilih berada satu jam dari:

sana.

Memang harga kamar bisa lebih:

murah.

Tetapi setiap hari Anda harus mengeluarkan tambahan:

waktu,

energi,

dan biaya:

transportasi.

Sebelum melihat hotel, buka:

peta.

Tandai beberapa tempat yang ingin:

dikunjungi.

Kemudian cari area yang masuk akal sebagai:

base.

2. Jangan Percaya Tulisan “Dekat” Tanpa Membuka Maps

Deskripsi hotel sering menggunakan kata:

near.

Near city center.

Near attractions.

Near airport.

Tetapi definisi “dekat” bisa sangat:

fleksibel.

500 meter?

Masuk akal.

3 kilometer?

Mungkin masih dekat.

12 kilometer?

Secara geografis mungkin masih satu area.

Untuk turis?

Belum tentu.

Periksa sendiri jaraknya menggunakan:

maps.

Lebih penting lagi, cek estimasi waktu:

perjalanan.

Hotel berjarak lima kilometer di kota yang macet bisa membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada yang:

dibayangkan.

3. Sesuaikan Lokasi dengan Gaya Liburan

Tidak ada satu lokasi hotel yang sempurna untuk semua:

orang.

Kalau ingin menjelajahi kota?

Cari akses mudah ke:

transportasi

dan tempat wisata.

Kalau ingin:

staycation?

Fasilitas hotel justru menjadi lebih:

penting.

Kalau ingin menikmati:

pantai?

Walking distance ke pantai mungkin lebih bernilai daripada dekat pusat:

kota.

Kalau hanya transit semalam?

Dekat:

airport

atau stasiun bisa jauh lebih:

praktis.

Jadi jangan bertanya:

“Hotel ini lokasinya bagus nggak?”

Pertanyaan yang lebih tepat:

“Lokasi ini bagus untuk perjalanan gue nggak?”

4. Hitung Harga Total, Bukan Harga Kamar

Hotel terlihat:

Rp800.000.

Checkout?

Tiba-tiba:

Rp1.050.000.

Kenapa?

Bisa ada:

tax,

service charge,

resort fee,

atau biaya tambahan lain tergantung hotel dan:

destinasi.

Karena itu jangan membandingkan berdasarkan angka pertama yang muncul di halaman:

pencarian.

Bandingkan:

total price.

Termasuk biaya wajib yang sudah diketahui sebelum:

booking.

Selisih hotel yang awalnya terlihat besar kadang menjadi sangat kecil setelah semua biaya:

dihitung.

5. Periksa Apa yang Termasuk dalam Harga

Dua kamar sama-sama:

Rp1 juta.

Hotel A sudah termasuk:

breakfast.

Hotel B:

tidak.

Hotel A menyediakan:

parking gratis.

Hotel B mengenakan biaya parkir:

harian.

Hotel A punya airport:

shuttle.

Hotel B harus menggunakan:

taxi.

Harga kamar saja tidak selalu memberikan gambaran nilai yang:

sebenarnya.

Periksa apa yang sudah:

included.

6. Pilih Tipe Kamar dengan Teliti

Nama kamar bisa terlihat:

mirip.

Standard Room.

Superior Room.

Deluxe Room.

Premier Room.

Executive Room.

Tetapi jangan menganggap:

“Deluxe pasti jauh lebih bagus.”

Lihat detail:

ukuran kamar,

jenis tempat tidur,

kapasitas,

view,

bathroom,

dan fasilitas.

Kadang perbedaan antara dua tipe kamar hanya:

beberapa meter persegi.

Kadang perbedaannya justru sangat:

signifikan.

7. Periksa Ukuran Kamar

Foto menggunakan:

wide-angle lens.

Kamar terlihat seperti:

apartemen.

Sampai datang dan membuka:

pintu.

Kasur.

Meja.

Dinding.

Selesai.

Karena itu lihat ukuran kamar dalam:

atau sq ft.

Angka memberikan gambaran yang lebih objektif daripada:

foto.

Ini semakin penting kalau membawa:

koper besar,

traveling berdua,

atau tinggal selama beberapa:

malam.

8. Jangan Hanya Melihat Foto Resmi Hotel

Foto resmi memang berguna untuk melihat:

desain.

Tetapi tentu hotel akan memilih:

foto terbaik.

Cari juga foto dari:

tamu.

Foto tamu biasanya memberikan gambaran lebih realistis tentang:

ukuran kamar,

bathroom,

view,

lorong,

breakfast,

dan kondisi fasilitas.

Bandingkan keduanya.

Kalau foto resmi dan foto tamu terlihat seperti berasal dari dua:

universe berbeda,

itu informasi yang cukup:

berguna.

9. Baca Review Terbaru

Rating:

8,7.

Bagus?

Mungkin.

Tetapi angka saja tidak cukup.

Baca beberapa review:

terbaru.

Kenapa terbaru?

Hotel bisa:

berubah.

Management berubah.

Renovasi dilakukan.

Fasilitas menua.

Pelayanan membaik atau:

menurun.

Review dua atau tiga tahun lalu belum tentu menggambarkan kondisi:

sekarang.

10. Cari Pola dalam Review

Satu orang menulis:

“Breakfast buruk.”

Bisa jadi masalah:

selera.

Tetapi kalau 30 review berbeda mengatakan:

“Kamar sangat berisik.”

Nah.

Itu mulai menjadi:

pola.

Cari keluhan yang terus:

berulang.

Misalnya:

noise,

kebersihan,

AC,

air panas,

Wi-Fi,

lift,

pelayanan,

atau kondisi:

kamar.

Pola jauh lebih berguna daripada satu review yang sangat:

emosional.

11. Perhatikan Siapa yang Memberikan Review

Traveler memiliki kebutuhan:

berbeda.

Solo traveler mungkin sangat memperhatikan:

lokasi.

Keluarga memperhatikan:

ruang,

breakfast,

dan fasilitas anak.

Business traveler mungkin peduli dengan:

Wi-Fi

dan meja kerja.

Couple mungkin lebih memperhatikan:

privacy,

view,

dan suasana.

Cari review dari traveler dengan profil perjalanan yang mirip dengan:

Anda.

Informasinya biasanya lebih:

relevan.

12. Cek Kebijakan Pembatalan

Ada dua kamar identik.

Yang satu:

Rp900.000.

Yang lain:

Rp975.000.

Kenapa?

Kamar pertama mungkin:

non-refundable.

Kamar kedua memiliki:

free cancellation.

Kalau jadwal perjalanan masih mungkin berubah, membayar sedikit lebih mahal untuk fleksibilitas bisa menjadi keputusan yang lebih:

aman.

Baca batas waktu:

cancellation.

Jangan hanya melihat tulisan:

“Free Cancellation.”

Gratis sampai:

kapan?

Itulah yang penting.

Jangan Lupa Jam Check-In dan Check-Out

Pesawat tiba:

07.00.

Hotel check-in:

15.00.

Ada delapan jam di:

antaranya.

Apa rencananya?

Sebagian hotel bisa menyimpan:

luggage.

Sebagian menawarkan early check-in jika kamar:

tersedia.

Tetapi jangan menganggap pasti:

bisa.

Begitu juga saat:

check-out.

Kalau penerbangan malam, cek apakah hotel menyediakan:

luggage storage.

Detail kecil ini dapat membuat hari pertama dan terakhir perjalanan jauh lebih:

nyaman.

Breakfast: Perlu atau Tidak?

Jawabannya:

tergantung.

Kalau ingin bangun pagi dan langsung:

explore,

breakfast hotel bisa sangat:

praktis.

Turun.

Makan.

Pergi.

Tetapi kalau destinasi terkenal dengan:

street food

atau cafe culture,

mungkin justru lebih menarik sarapan di luar:

hotel.

Bandingkan juga selisih:

harga.

Kalau tambahan breakfast mahal dan Anda cuma minum kopi serta makan satu:

croissant,

mungkin tidak terlalu:

worth it.

Wi-Fi Jangan Dianggap Otomatis Bagus

Tulisan:

Free Wi-Fi

hanya memberi tahu bahwa Wi-Fi tersedia.

Tidak berarti:

cepat.

Kalau perjalanan membutuhkan internet untuk:

kerja,

video call,

upload,

atau aktivitas penting lainnya,

cari review yang secara khusus membahas kualitas:

internet.

Hotel bisa memiliki Wi-Fi.

Tetapi kualitasnya?

Cerita:

lain.

Traveling dengan Mobil? Cek Parking

Jangan hanya mencari:

parking available.

Periksa:

gratis atau berbayar?

On-site atau off-site?

Perlu reservasi?

Ada batas tinggi kendaraan?

Valet only?

Di beberapa kota, biaya parkir per malam bisa cukup:

signifikan.

Hotel yang sedikit lebih mahal tetapi menyediakan parking gratis bisa akhirnya lebih:

ekonomis.

Traveling dengan Anak?

Periksa kebijakan:

occupancy.

Jangan menganggap satu kamar otomatis boleh ditempati dua orang dewasa dan dua:

anak.

Periksa:

maximum occupancy,

extra bed,

crib,

breakfast anak,

dan biaya tambahan.

Kalau hotel memiliki:

family room,

bandingkan dengan memesan dua kamar:

terpisah.

Traveling Bersama Orang Tua?

Prioritasnya mungkin berbeda.

Periksa:

lift,

aksesibilitas,

jarak berjalan,

tangga,

bathroom,

dan lokasi kamar.

Hotel boutique yang cantik di bangunan tua bisa terlihat:

charming.

Tetapi kalau kamar berada di lantai tiga tanpa:

lift,

belum tentu cocok untuk semua:

traveler.

Jangan Tergoda Fasilitas yang Tidak Akan Dipakai

Infinity:

pool.

Gym.

Spa.

Rooftop.

Business center.

Kids club.

Semua terlihat:

bagus.

Tetapi tanyakan:

bakal gue pakai nggak?

Kalau setiap pagi keluar jam delapan dan kembali jam sebelas malam, mungkin Anda tidak membutuhkan hotel dengan:

10 fasilitas.

Hotel sederhana dengan lokasi luar biasa justru bisa menjadi pilihan lebih:

baik.

Tetapi Fasilitas Penting untuk Staycation

Kondisinya berubah kalau tujuan utama perjalanan adalah:

hotel itu sendiri.

Untuk staycation, justru perhatikan:

pool,

restaurant,

spa,

gym,

view,

room service,

bathroom,

dan area:

hotel.

Karena Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu di:

property.

Di sinilah membayar lebih untuk fasilitas bisa terasa:

worth it.

Perhatikan Noise

Hotel berada tepat di pusat:

hiburan.

Bagus untuk:

nightlife.

Tidak bagus kalau jam 22.00 Anda sudah ingin:

tidur.

Periksa apakah hotel berada dekat:

bar,

club,

jalan utama,

rel kereta,

airport,

atau area ramai lainnya.

Baca review menggunakan keyword:

noise

atau:

quiet.

Kalau tidur ringan, ini bisa menjadi salah satu faktor paling:

penting.

View Bagus Tidak Selalu Gratis

Foto hotel memperlihatkan:

ocean view.

Booking kamar termurah.

Buka tirai.

View:

tembok.

Karena biasanya view merupakan bagian dari:

room category.

Misalnya:

City View.

Garden View.

Partial Ocean View.

Ocean View.

Jangan menganggap semua kamar mendapatkan pemandangan yang ditampilkan di halaman utama:

hotel.

“Near Airport” Bisa Menipu

Hotel airport tidak selalu berada tepat di sebelah:

terminal.

Bisa saja berjarak:

15–20 menit.

Kalau memilih hotel untuk penerbangan pagi, cek:

jarak,

traffic,

dan shuttle.

Kalau ada shuttle, cek juga:

jadwal.

Shuttle gratis tetapi baru mulai pukul 06.00 tidak banyak membantu kalau flight Anda pukul:

06.30.

Hotel Murah Bisa Jadi Lebih Mahal

Misalnya:

Hotel A: Rp700.000

Tetapi jauh dari pusat kota.

Transportasi pulang-pergi:

Rp250.000 per hari.

Selama tiga hari:

Rp750.000.

Total efektif:

Rp1.450.000.

Hotel B: Rp1.000.000

Tetapi bisa berjalan kaki ke sebagian besar:

destinasi.

Terkadang kamar yang lebih mahal justru membuat total biaya perjalanan lebih:

rendah.

Karena itu pertimbangkan:

total trip cost, bukan sekadar nightly rate.

Buat Daftar Tiga Prioritas

Sebelum mencari hotel, tentukan tiga hal yang tidak bisa:

ditawar.

Contoh:

1. Lokasi.

2. Kamar bersih.

3. Budget maksimal Rp1,5 juta.

Atau:

1. Ocean view.

2. Pool.

3. Breakfast.

Kemudian gunakan prioritas tersebut untuk:

filter.

Ini jauh lebih mudah daripada membandingkan 47 hotel sekaligus.

Gunakan Maps untuk Membandingkan Hotel

Salah satu tips memilih hotel yang paling berguna adalah jangan hanya menggunakan tampilan:

list.

Gunakan:

map view.

Lihat hubungan hotel dengan:

attractions,

restaurant,

station,

beach,

dan area yang ingin dikunjungi.

Kadang dua hotel hanya berbeda harga sedikit, tetapi salah satunya memiliki posisi yang jauh lebih:

praktis.

Jangan Booking karena FOMO

Tulisan:

“Only 1 room left!”

Kemudian:

“17 people are viewing this property.”

Jantung mulai:

berdebar.

Jari menuju:

Book Now.

Tenang.

Tetap cek:

lokasi,

review,

kebijakan,

dan total:

harga.

Urgency tidak boleh menggantikan:

riset.

Checklist Sebelum Booking Hotel

Sebelum menekan tombol:

Confirm Booking

cek:

Lokasi sesuai itinerary?

Jarak ke tempat utama sudah dicek di maps?

Harga total sudah jelas?

Breakfast termasuk atau tidak?

Room type benar?

Ukuran kamar cukup?

Bed type sesuai?

Review terbaru bagus?

Ada keluhan berulang?

Cancellation policy sudah dibaca?

Check-in dan check-out sesuai?

Parking atau transportasi sudah dipertimbangkan?

Kalau semua sudah:

aman,

baru booking.

Hotel Terbaik Bukan Selalu Hotel Termahal

Hotel bintang lima bisa:

luar biasa.

Tetapi bukan berarti selalu menjadi pilihan terbaik untuk setiap:

perjalanan.

Kalau tujuan Anda menjelajahi kota selama:

12 jam sehari,

hotel nyaman di lokasi strategis mungkin sudah:

cukup.

Sebaliknya, kalau perjalanan memang dibuat untuk:

relax,

resort dengan fasilitas lengkap mungkin pantas mendapat budget:

lebih.

Hotel terbaik adalah hotel yang paling sesuai dengan cara Anda akan menggunakan:

hotel tersebut.

Jadi, Bagaimana Cara Memilih Hotel yang Tepat?

Jangan mulai dari:

harga.

Mulai dari:

kebutuhan perjalanan.

Tentukan area.

Lihat maps.

Hitung total biaya.

Bandingkan kamar.

Baca review terbaru.

Periksa fasilitas yang benar-benar:

dibutuhkan.

Kemudian lihat:

harga.

Dengan pendekatan tersebut, cara memilih hotel menjadi jauh lebih sederhana.

Anda tidak perlu mencari hotel yang sempurna.

Anda hanya perlu menemukan hotel yang tepat untuk:

perjalanan tersebut.

Karena setelah seharian berjalan, naik transportasi, mencoba makanan, dan menjelajahi tempat baru, ada satu hal yang sangat menyenangkan:

kembali ke hotel.

Buka pintu kamar.

Taruh tas.

Mandi.

Rebahan.

Dan berpikir:

“Untung gue pilih hotel ini.”